Rabu, 28 Januari 2009

DOCUMENT ANTI TERROR

OWNER:
www.capcomsheriff.blogspot.com
OLEH : Kanit Myers(CS) SenseiRocky
POLRI

BRIGADE MOBIL

image

Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah unit (korps) tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia di tahun 1945. Korps ini dikenal sebagai Korps Baret Biru.

Brimob termasuk satuan elit dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.

Sejarah
Brimob pertama-tama terbentuk dengan nama Pasukan Polisi Istimewa. Kesatuan ini pada mulanya diberikan tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota. Brimob turut berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Moehammad Jasin, Pasukan Polisi Istimewa ini memelopori pecahnya pertempuran 10 November melawan Tentara Sekutu.

image






















DETASEMEN KHUSUS 88

image

Detasemen Khusus 88 atau Delta 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Pasukan khusus berompi merah ini dilatih khusus untuk menangani [1]segala ancaman teror, termasuk teror bom. Beberapa anggota juga merupakan anggota tim Gegana.

Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan. Unit khusus berkekuatan 400 personel ini terdiri dari ahli investigasi, ahli bahan peledak (penjinak bom), dan unit pemukul yang di dalamnya terdapat ahli penembak jitu.
http://sbelen.files.wordpress.com/2008/07/autobots17fileswordpresscomdensus-88.jpg



Pembentukan
Satuan ini diresmikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani pada tanggal 26 Agustus 2004. Detasemen 88 yang awalnya beranggotakan 75 orang ini dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Tito Karnavian yang pernah mendapat pelatihan di beberapa negara.

Arti angka 88 pada tulisan Detasemen Khusus 88 ini menyerupai dua buah borgol. Angka 88 merupakan representasi[rujukan?] dari korban peristiwa bom Bali pada tahun 2002 dari warga asing yang mengalami korban terbanyak yaitu Australia. Makna "88" berikutnya adalah, angka "88" tidak terputus dan terus menyambung. Ini artinya bahwa pekerjaan Detasemen 88 Antiteror ini terus berlangsung dan tidak kenal berhenti. Angka "88" juga menyerupai borgol yang maknanya polisi serius menangani kasus ini.

Pasukan khusus ini dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat melalui bagian Jasa Keamanan Diplomatik (Diplomatic Security Service) Departemen Negara AS dan dilatih langsung oleh instruktur dari CIA, FBI, dan U.S. Secret Service. Kebanyakan staf pengajarnya adalah bekas anggota pasukan khusus AS. Pusat pelatihannya terletak di Megamendung, 50 kilometer selatan kota Jakarta.


Persenjataan
Satuan pasukan khusus baru Polri ini dilengkapi dengan persenjataan dan kendaraan tempur buatan Amerika, seperti senapan serbu Colt M4, senapan penembak jitu Armalite AR-10, dan shotgun Remington 870. Bahkan dikabarkan satuan ini akan memiliki pesawat C-130 Hercules sendiri untuk meningkatkan mobilitasnya. Semua persenjataan yang diberikan, termasuk materi latihan, diberitakan sama persis dengan apa yang dimiliki oleh satuan khusus antiteroris AS.

special_ops.gif

SHERIFF INDONESIA

Presiden: Jangan Ada Jarak antara TNI dan Iptek

Jangan Ada Jarak antara TNI dan Iptek

SBY Lantik 928 Perwira TNI/PolriMagelang - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengatakan TNI yang andal dan makin profesional tak boleh tertinggal dengan kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

“Jangan ada jarak antara TNI dan kemajuan iptek dan profesionalisme TNI dengan tentara negara lain,” katanya, di Magelang, Rabu (17/12), saat memimpin Prasetya Perwira (Praspa) dan Pelantikan Perwira TNI-Polri tahun 2008.

Ia mengatakan, perwira Polri juga harus profesional dengan menguasai pengetahuan dan keterampilan agar berhasil dalam pemberantasan berbagai tindak kejahatan, menegakkan hukum, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

SBY Lantik 928 Perwira TNI/PolriSaat ini, katanya, ragam kejahatan dan pelanggaran hukum makin berkembang baik berskala lokal, nasional, maupun global.

“Dengan modal awal dari lembaga pendidikan, saya yakin kalian dapat melaksanakan tugas dengan berhasil. Terus kembangkan diri sendiri, berbuat, dan bekerja dengan baik, jangan lalai dan berpuas diri,” katanya.

TNI dan Polri, katanya, harus menyesuaikan diri dan merespon perkembangan dunia secara cerdas dan tepat agar kepentingan nasional bisa dicapai.

“Ambil peluang dalam era global untuk kesejahteraan bangsa,” katanya.

SBY Lantik 928 Perwira TNI/PolriKepala Negara mengingatkan bahwa dunia militer dekat dengan strategi, taktik, doktrin, dan sistem persenjataan yang berkembang pesat ditandai dengan revolusi militer.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengatakan bahwa pengabdian sebagai tentara dan polisi penuh risiko dan tantangan, namun terhormat dan mulia.

“Persiapkan diri dengan baik agar tugas dapat terlaksana dan berhasil dengan baik,” katanya.

Sebanyak 928 taruna yang terdiri dari 320 taruna Akademi Militer (Akmil), 179 kadet Akademi Angkatan Laut (AAL), 151 karbon Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 278 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) menjalani Praspa dan Pelantikan Perwira TNI-Polri tahun 2008.

SBY Lantik 928 Perwira TNI/PolriPraspa dan Pelantikan TNI-Polri berlangsung dalam upacara militer di Lapangan “Sapta Marga”, kompleks Akmil, Lembah Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah.

Terlihat hadir antara lain Ibu Negara Kristiani Yudhoyono, Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso, Kepala Polri, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, dan sejumlah menteri.(Sumber)

Berita Terkait :
- Presiden Minta TNI tidak Tertinggal oleh Kemajuan Iptek
- Presiden Lantik 928 Perwira Remaja
SBY Lantik 928 Perwira TNI/Polri SBY Lantik 928 Perwira TNI/Polri

SBY Lantik 928 Perwira TNI/Polri SBY Lantik 928 Perwira TNI/Polri

Diterbitkan di: on Desember 17, 2008 at 1:40 pm Komentar (1)